Aku ingin menjadi seseorang yang fotonya ada di kamarmu, yang seringkali kau tatap lama-lama seusai kamu mengucap doa pada Tuhan.
Aku ingin jadi wanita yang namanya kau sebutkan dalam doa, dengan bulir air mata, tanpa banyak berkata.
Aku ingin jadi wanita yang kau belai rambutnya, dengan hati yang tulus dan kata bermakna.
Aku ingin menjadi yang kau kecup keningnya saat kau melihatku dengan matamu.
Aku ingin menjadi seorang yang mampu membasuh setiap keringatmu, seusai kau lelah melewati hari.
Aku ingin kau sebut dalam do'a, dalam kasih, bukan dalam amarah.
Aku ingin menjadi satu-satunya yang kau simpan namanya dalam hati, yang kau pikirkan bukan dalam benci.
Aku ingi menjadi seseorang yang jiwa dan raganya kau cintai dengan hati tanpa adanya insan kedua.
Aku, ingin mejadi yang pertama kali kau tatap ketika kau bangun dari tidurmu.
Aku, ingin menjadi yang terakhir dalam hidupmu.
Jadikan Aku yang nyata bagimu, yang halal bagimu, yang mampu membawa anganmu sampai ujung waktumu.
Jadikan aku yang selalu ada disisimu ketika kamu gundah, yang mampu membawamu indah.
Jumat, 23 Agustus 2013
Jumat, 02 Agustus 2013
Aku, tulang rusukmu!
Dia menatapku seolah banyak makna dalam dirinya. Menyentuhku dengan belaian lembut kasih sayangnya.
Dia membisikkan semua yg ada dihatinya. Sementara aku terdiam, tak bisa menahan haru.
Ya, mungkin dia pangeran. Tak tampan tapi begitu rupawan. Mungkin aku melihatmya begitu menyorotkan kasih sayang yang jelas aku tak pernah temukan dari lelaki manapun.
Ya, dia begitu ingin kenal dan dekat dengan keluargaku. Dia menyayangi keluargaku dan menyayangi aku lebih dari dia menyayangi dirinya sendiri.
Siapa yang tak haru, adakah dia yang seperti itu?
Aku hanya berharap pada Tuhan agar benar, memang dia jodohku. Aku tulang rusuknya!
Aku hanya berharap pada Tuhan, agar janji yang terucap dari bibirnya benar, tak pernah mendusta seperti lelaki lainnya.
Sungguh, aku mencintainya. Aku menyayanginya. Aku ingin menjadi pendamping hidupnya. Aku tulang rusuknya!
Dia.. indah mencintaiku, indah menyayangiku, indah memanjaku, indah bila Aku tulang rusuknya!
Siapa yang tak haru, adakah dia yang seperti itu?
Aku, tulang rusukmu!
Dia membisikkan semua yg ada dihatinya. Sementara aku terdiam, tak bisa menahan haru.
Ya, mungkin dia pangeran. Tak tampan tapi begitu rupawan. Mungkin aku melihatmya begitu menyorotkan kasih sayang yang jelas aku tak pernah temukan dari lelaki manapun.
Ya, dia begitu ingin kenal dan dekat dengan keluargaku. Dia menyayangi keluargaku dan menyayangi aku lebih dari dia menyayangi dirinya sendiri.
Siapa yang tak haru, adakah dia yang seperti itu?
Aku hanya berharap pada Tuhan agar benar, memang dia jodohku. Aku tulang rusuknya!
Aku hanya berharap pada Tuhan, agar janji yang terucap dari bibirnya benar, tak pernah mendusta seperti lelaki lainnya.
Sungguh, aku mencintainya. Aku menyayanginya. Aku ingin menjadi pendamping hidupnya. Aku tulang rusuknya!
Dia.. indah mencintaiku, indah menyayangiku, indah memanjaku, indah bila Aku tulang rusuknya!
Siapa yang tak haru, adakah dia yang seperti itu?
Aku, tulang rusukmu!
Langganan:
Postingan (Atom)