Dia menatapku seolah banyak makna dalam dirinya. Menyentuhku dengan belaian lembut kasih sayangnya.
Dia membisikkan semua yg ada dihatinya. Sementara aku terdiam, tak bisa menahan haru.
Ya, mungkin dia pangeran. Tak tampan tapi begitu rupawan. Mungkin aku melihatmya begitu menyorotkan kasih sayang yang jelas aku tak pernah temukan dari lelaki manapun.
Ya, dia begitu ingin kenal dan dekat dengan keluargaku. Dia menyayangi keluargaku dan menyayangi aku lebih dari dia menyayangi dirinya sendiri.
Siapa yang tak haru, adakah dia yang seperti itu?
Aku hanya berharap pada Tuhan agar benar, memang dia jodohku. Aku tulang rusuknya!
Aku hanya berharap pada Tuhan, agar janji yang terucap dari bibirnya benar, tak pernah mendusta seperti lelaki lainnya.
Sungguh, aku mencintainya. Aku menyayanginya. Aku ingin menjadi pendamping hidupnya. Aku tulang rusuknya!
Dia.. indah mencintaiku, indah menyayangiku, indah memanjaku, indah bila Aku tulang rusuknya!
Siapa yang tak haru, adakah dia yang seperti itu?
Aku, tulang rusukmu!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar