Yaa! Itulah y ang aku rasakan selama 3 tahun! lamanya. Berusa untuk menjadi sosok yang terlihat di depan matanya selama 3 tahun, berusaha menjadi orang yang paling depan ketika dia terjatuh. Itulah aku!
BODOH?? Mungkin. Yaa aku mungkin bodoh, mana ada (apalagi seorang wanita) yang mampu bertahan se!lama itu demi menjadi orang yang berarti bagi laki-laki yang ia kagumi. Padahal sebenarnya ada mereka yang "mau" menjadi seorang spesial bagiku. Tetapi tidak menutup kemungkinan ada yang sama seperti aku! Senasib, sepenanggungan. Heuheu..
Tak ada lagi kata-kata yang bisa aku ungkapkan terhadap peristiwa ini, tetapi aku hanya ingin membagi kisahku dan betapa berartinya kalian (yang pula mengaguminya hanya dari kejauhan), tanpa kita yang bernasib seperti ini mungkin cinta tak ada artinya.
Cinta itu memang butuh perjuangan, tetapi bukan perjuangan sepihak saja lho. Lantas apalah perjuanganku? Aku tidak mampu mendapatkan dia. Dan sampai aku lulus SMA pun aku tidak bisa menjadi sosok yang ia kagumi pula. Sedih, kecewa dan apalah arti cinta bagiku?
Aku hanya bisa memeluknya tanpa memeluknya, menyayangina tanpa ada di sampingnya.
Apakah terbayang betapa sakitnya jika orang yang kalian sayangi menceritakan pada kalian bahwa dia sedang mencintai "kekasihnya"? Menceritakan betapa indahnya percintaan mereka, menceritakan betapa seriusnya dia ingin menjadi yang terakhir bagi kekasihnya! Aaaah rasanya dunia ini tak adil! Di saat teman teman sebayaku sedang menikmati indahnya dunia percintaan di bangku SMA, sedangkan akuuu? Apakah tidak ada kesempatan bagiku lagi? Mengapa aku tidak mau melupakannya? Tapi apakah melupakan itu begitu mudah? Yaa diucapkannya memang sangat sangat mudah, tapi bagiku? Ini sama sekali tidak mudah!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar